Takaranan Deterjen & Pewangi untuk Mesin Cuci

Normalnya kita mengganti baju dalam sehari adalah 2 kali, hal tersebut untuk menghindari dari penyakit kulit karena baju kotor. Nah, baju kotor tersebut tentunya kita harus mencuci secara rutin agar baju bersih dan terhindar dari penyakit kulit. Beberapa dari anda pasti pernah mencuci baju dengan mesin cuci, apakah selama ini memperhatikan takaran deterjen dan pewanginya? Bagi yang belum, yuk ubah cara mencuci kita. Lalu bagaimana caranya?

Penggunaan deterjen dan pewangi yang berlebihan ketika mencuci menyebabkan pemborosan yang akan berdampak pada biaya pengeluaran setiap bulan. Oleh sebab itu, Anda harus memperhatikan penggunaan deterjen dan pewangi ketika setiap kali mencuci.

Lalu berapa penggunaan pewangi dan deterjen yang efektif? Sebelum lebih jauh membahas ini, sebaiknya Anda mengetahui bahan dari deterjen yang biasa digunakan untuk mencuci pakaian hingga bersih. Inilah bahan-bahan pembersih pada deterjen :

  • Surfaktan, zat aktif ini berfungsi untuk menurunkan tegangan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan pakaian.
  • Builder, zat pembentuk untuk meningkatkan efisiensi surfaktan ketika mencuci yaitu dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kotornya air.
  • Filler, zat pengisi yang merupakan bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci tetapi menambah kuantitas/berat/volume.
  • Aditif, bahan tambahan deterjen untuk membuat produk lebih menarik, misalnya: pewangi, pelarut, pemutih, dan lain-lain yang tidak berhubungan langsung dengan daya cuci deterjen.

Setelah Anda mengetahui bahan dari deterjen, Pembahasan selanjutnya adalah bagaimana menakar deterjen yang pas untuk cucian Anda.

Jumlah deterjen yang digunakan untuk mesin cuci dapat diukur dari kapasitas mesin cuci dan tingkat kekotoran pakaian yang dicuci, jika mesin cuci Anda mempunyai kapasitas sampai dengan 5 kg, maka Anda membutuhkan ¾ sendok deterjen untuk mencuci pakaian dengan tingkat kotoran pada pakaian ringan. Untuk tingkat kekotoran pakaian yang sedang, Anda dapat menaikkan takaran sampai dengan 1 sendok takar. Dan jika pakaian yang Anda cuci sangat kotor atau tingkat kekotorannya tinggi, gunakan sampai dengan 1.5 sendok takar. Lalu sekarang jika Anda memiliki mesin cuci yang lebih besar dan memiliki kapasitas sampai dengan 8 kg, Anda dapat memulai dengan 1 sendok takar untuk pakaian dengan tingkat kekotoran yang ringan, 1.5 sendok takar untuk pakaian dengan tingkat kekotoran yang sedang, dan 2 sendok takar untuk pakaian dengan tingkat kekotoran yang berat.

Setelah Anda mengetahui cara menakar deterjen yang efisien, selanjutnya Anda dapat menggunakan deterjen Anda secara optimal, tidak lebih dan tidak kurang. Dan tentunya hal ini dapat membuat hasil cucian Anda yang lebih bersih dan pengeluaran bisa dikurangi karena penggunaan deterjen yang maksimal dan efisien, serta Anda tau cara melindungi pakaian dari kerusakan dan membuat mesin cuci Anda lebih awet.

Demikian semoga bermanfaat, salam sukses untuk Anda sekalian 🙂

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *